Romantisme Jalur Tunggal Melawan Modernitas Dua Rel!
Sumpah ya coy, hari ini gue lagi iseng-iseng berhadiah melipir ke Museum Transportasi yang ada di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta. Tempatnya gokil abis, dikelola langsung sama Kementerian Perhubungan buat majang evolusi alat angkut di Indonesia. Pas keliling area outdoor, mata gue langsung terkunci sama satu monster baja hitam legendaris yang super cool dan berkarisma murni, yaitu Lokomotif Uap D52099 (bisa elo liat sendiri kemegahannya di Museum-Transportasi). Sambil nyari spot nonki yang asik buat dapet angin semilir, gue langsung buka laptop butut gue demi menumpahkan segala isi otak yang bergetar ngeliat keindahan industrial masa lalu ini.
Oyaaa Brooo, gue tuh bawa paket kiriman dari temen online gue: sebuah buku bergizi berjudul "Double Track 727 Kilometer" karya dari Bambang Susantono. Kombinasi antara nongkrong di depan lokomotif uap purba raksasa sambil melahap buku infrastruktur modern ini bener-bener bikin petualangan gue menyelami sejarah kereta api dunia-khususnya Indonesia-jadi makin berbobot dan gak ada tandingannya, anjay!
Kalau kita hubungin nih, pas era si raksasa D52099 ini masih aktif merajai rel, perkeretaapian kita hampir semuanya masih pake sistem jalur tunggal (single track). Buku dari temen gue itu membedah habis-habisan gila dan rumitnya transisi teknologi serta perjuangan para pekerja lapangan pas ngerjain mega proyek konversi lintasan kereta api jadi jalur ganda (double track) sepanjang ratusan kilometer, yang dulunya cuma sebatang rel tunggal sunyi. Seru abis kalau ditarik garis lurus sejarahnya; perkeretaapian di tanah air kita ini udah bergulir ratusan tahun sejak zaman kolonial penjajah, dan hebatnya, sekarang bertransformasi total jadi moda transportasi massal modern yang paling dicintai dan diandalkan seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Gokil sih, dari era jelaga batu bara merayap pelan, sampai era melesat kencang di atas dua rel sejajar!
Catatan: Tuh foto kereta gue ambil dari Mr. Google. Kamera gue saat itu blur ngaco.
Ananta/03/07/2026
Comments
Post a Comment