"Jejak Sejarah Gula di Tanah Jawa"

Yuuuuhuuuu, guys! Ketemu lagi sama gue, Ananta. Sini gabung deh, kaum Alfa dan kalian semua anak muda masa kini yang seleranya tinggi. Gue baru aja kelar melahap satu buku yang aslinya mind-blowing parah, sampai-sampai imajinasi gue dibikin melayang saking kerennya!





Buku yang mau gue review hari ini adalah sebuah masterpiece visual berjudul "Jejak Sejarah Gula di Tanah Jawa" karya Wilsa Pratiwi, yang cover bukunya yang eksotis bisa kalian pelototin di foto tersebut. Sumpah ya guys, ini bukan sekadar buku sejarah yang bikin ngantuk dengan teks padat ngebosenin. No way! Buku ini syarat banget sama ilustrasi asli yang digambar langsung oleh tangan dingin Wilsa sendiri. Goresan garisnya itu, brooo, kuat banget, tegas, pakai teknik warna ada arsir hitam-putih klasik tapi di saat yang sama kerasa cozy, estetik, dan artsy abis kalau kata istilah anak muda zaman sekarang. Visual kertasnya yang bertekstur kusam kecokelatan bikin vibes bacanya makin dapet!

Latar Belakang Wilsa: Bocah Pabrik Gula yang Otentik!

Nah, yang bikin buku ini punya jiwa dan terasa personal adalah latar belakang si penulisnya sendiri. Guys, Wilsa Pratiwi ini semasa kecilnya emang tumbuh besar dan hidup di antara mesin-mesin masif perkebunan, tepatnya di sekitar Pabrik Gula (PG) Mojopanggung. Walaupun masa kecilnya sering berpindah-pindah tempat, tapi uniknya, dia tetap berpindah di wilayah yang masih dalam pusaran dunia pergulaan, hehehehehe.

Bisa kalian bayangin gak, masa kecil Wilsa itu syarat banget sama suasana sejarah yang kental! Di saat anak-anak lain main di taman komplek modern, Wilsa kecil udah akrab sama aroma tebu, deru mesin giling, siluet instalasi pipa baja, hingga warisan arsitektur kolonial. Pengalaman masa kecil yang epik inilah yang bikin goresan ilustrasinya di buku ini kerasa jujur, hidup, dan punya kedekatan visual yang magis banget!

Isi Buku: Perjalanan Gula dari Abad 15 Sampai 19 yang Dahsyat!

Sekarang mari kita bedah isinya secara ringkas tapi tetep akademis dikit ya, guys. Buku ini ngebahas tentang tata rupa dan perjalanan komoditas gula dari masa ke masa, terutama melintasi abad ke-15 sampai abad ke-19. Dahsyat parah!

Coba kalian perhatiin deh ilustrasi nya, di situ Wilsa ngebuat timeline keren berjudul "Periodisasi perjalanan gula di Jawa hingga abad ke 19". Lewat sketsa potret tokoh sejarah, logo komoditas lama seperti VOC, hingga ilustrasi pabrik, kita diajak bertualang melintasi waktu.

Secara historis, gula itu bukan cuma soal pemanis es kopi susu kalian di kafe, tapi merupakan penggerak roda ekonomi dunia yang super masif. Masuk ke halaman dalam pada Drawing yang syarat goresan dan lembaran yang energik, kalian bakal disuguhin bab khusus tentang "Pabrik Gula Abad 17-19". Lihat deh goresannya yang kuat saat menggambar detail roda gila mekanis dan "Beberapa model penggilingan yang ditemukan di Jawa". Dari kacamata seni rupa, bentuk gir, silinder pemeras tebu, dan struktur mesin uap kuno ini ditangkap dengan proporsi estetika industrial art yang luar biasa cakep!

Conclusion-nya, buku karya Wilsa Pratiwi ini adalah sebuah perkawinan yang sempurna antara memori masa kecil, riset sejarah yang mendalam, dan selera seni rupa yang modern. Lewat pendekatan desain visual yang cozy, Wilsa berhasil menjembatani data sejarah yang berat menjadi sebuah narasi visual yang sangat asyik buat dinikmati anak muda.

Gimana, guys? Penasaran kan sama estetika goresan tangan Wilsa? Yuk, mulai kurangi scrolling medsos gak jelas dan mulai selami sejarah lewat visual yang bergizi kayak gini!

Salam estetik dan literasi liar
Ananta/23/06/2026

Comments

Popular Posts